Featured Posts Coolbthemes

Quas molestias excepturi

Mimpi dan Impian

Mimpi bertemu putri Bung Karno, Megawati, memang ada dalam tidurku. Beberapa hari lalu, usai mendengarkan pidato panjangnya dalam sebuah acara

megawati
Tentang Surabaya

Tentang Surabaya

Sejak 1999, sy menempuh pendidikan tinggi di kota ini. Dapat PMDK di jurusan bahasa Inggris Unesa (dulu IKIP). Dan ga kerasa sudah 14 tahun saya menjadi bagian dari Surabaya. Kota ini penting karena beberapa fase krusial kehidupan saya terjadi di sini. ...

tentang surabaya
7 Keajaiban Rezeki

Nganan Lebih Baik Ketimbang Ngiri

Kebetulan dalam bahasa Inggris, ‘kanan’ dan ’benar’ itu diterjemahkan jadi ‘right’. Mungkin ini isyarat, kanan itu memang benar. Kebetulan pula, ‘kiri’ dan ‘ketinggalan’ itu sama-sama diterjemahkan jadi ‘left’. Mungkin ini isyarat, kiri itu memang ketinggalan...

7 Keajaiban Rezeki
Godam Keadilan: Tajam Ke Bawah Tumpul ke Atas

Godam Keadilan: Tajam Ke Bawah Tumpul ke Atas

Tak sampai berselang 5 bulan dari unjuk karya Wayang Seng-nya, Taufik Monyong kembali mendobrak panggung seni rupa dengan memanggul palu-palu besi super besar. Orang menyebut palu besar sebagai palu godam...

Godam Keadilan: Tajam Ke Bawah Tumpul ke Atas

Sunday, November 9, 2014

Luka

Sudah kukisahkan kepadamu

tentang lukaku

Luka yang mengeram terlampau lama hingga membusuk di batinku. 

Sudah kututurkan kepadamu 

tentang harapanku

Bila engkau bisa membasuh perihnya


Dan tentu, 

tak kuinginkan kau menambah sebaris luka baru

Namun nyatanya itu kau lakukan jua


Kini luka itu semakin panjang
Membiru
Menyurungku mundur
Menjauh darimu

Saturday, November 1, 2014

Sujud di Ujung Senja

Permulaan November. Matahari sedang menggelincir ke barat. Tabuhan bedug terdengar bertalun-talun dari langgar sebelah rumah. Air dari sumber pegunungan Lawu yang mengalir melalui pipa Pavin membasahi wajah hingga kaki. Rasa adem perlahan menjalari selaput kulit. Batin mendadak sejuk dan bibir tergetar kelu. Ada yang tak biasa.

Di balik kain putih yang menyelimuti tubuh, berusaha menyembunyikan debar jantung yang terasa lebih cepat. Ayat-demi ayat terlafalkan. Tenggelam dalam sujud senja yang syahdu. Doa terpimpin dibacakan. Tubuh tiba-tiba terguncang. Air mata pun berderai tak terbendung. 

Dia hadir senja itu. Dengan pandangan tertunduk. Dan bincang kisah tentang impian masa depan. Tersentak mendengar urai impian yang senada dengan apa yang ada di dalam benak. Tentang rumah dengan ketenangan pedesaan dan tawa riang bocah-bocah kampung. Tentang sawah, kodok, dan air mancur dari sungai kecil. Tentang desa wisata dan berkebun. Juga tentang perpustakaan dan pendidikan kearifan alam.

Ya, dia yang ingin meminang dengan buku AR Rahman itu tiba-tiba hadir di ujung senja kaki Lawu. Menyajikan perbincangan tentang buku dan keinginan menulis. Isyarat apa yang Engkau ingin tunjukkan duhai penguasa hidup? Sahaya pasrah dan tak ingin mendahului kehendakMu. Juga tak ingin melukai yang lain. Terserah padaMu.

Friday, October 31, 2014

Pemimpin Banteng

Ketika banyak orang berharap kau masuk dalam salah satu jajaran kabinet pembantu presiden baru negeri atas angin, aku menjadi liyan. Aku berharap kau tak ada di sana. 

Hari ini, satu pesan pendek dari Ketua masuk ke dalam teleponku. Ia mengabarkan bahwa kau menjadi pendamping tertinggi Ketua Umum, meski sifatnya untuk sementara. Namun besar kemungkinan untuk menjadi permanen saat kongres nanti. Aku berjingkrak girang seperti anak kecil dihadiahi mainan baru.  

Ya, seperti pernah kutulis melalui pesan pendek beberapa waktu lalu kepadamu, aku lebih suka bila kau tetap di Partai, mendampingi Ibu Ketua. Bukan tanpa sebab aku memilih begitu. Di mataku, kau lah sosok yang kurasa pas memegang kendali itu. Partai ini butuh orang dengan ketegasan dan kedisiplinan sepertimu.

Apa yang kau ajarkan padaku lima tahun lalu itu adalah barometerku mengukur kapasitas kepemimpinanmu. Kerja kerasmu selama lima tahun ini adalah bukti kesungguhan tentang cita-cita yang kau tuturkan di hadapanku kala itu. Kepercayaan Ibu kepadamu membuatku tak lagi ragu. Aku percaya padamu meski sempat isu tak sedap menimpamu.

Hubungan kita bukan hubungan politis. Kepercayaanku padamu adalah soal keyakinan pada seseorang. Sebagaimana selama ini kita bangun persahabatan ini. Juga tentang perkawanan antara kau, aku, dan kawan kita di Klaten itu. 

Kau tahu aku tak pernah meminta apa pun darimu meski aku tahu aku bisa dan kau tak akan menolak. Kau juga tahu aku tak pernah marah meski berminggu-minggu baru kau balas pesanku. Aku cukup tahu diri untuk tidak mendekat. Di mataku, kau terlampau tinggi dan aku terlampau kecil untuk mengaku dekat.

Namun, saat aku menghindar dari perjumpaanku denganmu di beberapa kesempatan, kau tetap menunjukkan sosok yang tak berubah. Ketika aku bersembunyi di antara kawan jurnalis, tiba-tiba kau menghampiri dan menyapa hangat sebagaimana kawan yang lama tak bersua. "Halo Diana, apa kabar?" Selalu begitu sapamu. 

Aku pun menyambut sapamu dengan gagu dan tertunduk. "Baik. Apa kabar? Sehat?" Selalu juga begitu yang kuucapkan. Selebihnya kita akan berbasa-basi dan kemudian saling melambai kembali ke posisi masing-masing. Kau di panggung dan aku di selasar juru potret. Kau di mimbar dan aku memegang perekam di hadapanmu. 

Kulihat matamu ewuh saban kali pandangan kita bersitatap. Barangkali kau iba. Tapi dengan mata pula lantas kuisyaratkan bahwa aku baik-baik saja. Ini sudah tugasku dan aku menikmatinya. Kerjakan tugasmu sebaik kau bisa. Wujudkan cita-cita seperti yang dulu pernah kau ungkapkan padaku. Aku percaya padamu. Semoga kau tak melukai kepercayaan ini. Juga kepercayaan berjuta kader di bawah. 

Selamat bertugas, kawan...
Jaga kesehetan, doaku untukmu...
Terus berjuang dan ikuti jalur yang benar. Semoga Tuhan menjagamu dari kejatuhan yang tak pantas.

Wednesday, October 29, 2014

Tur Literasi Gol A Gong Singgahi Magetan

Magetan (Antara Jatim) - Tur literasi di Jawa yang dilakukan penulis Heri Hendrayana Harris yang akrab dengan Gol A Gong menyinggahi Kabupaten Magetan, Rabu.

"Kebetulan Mas Gol A Gong sedang ada tur di Jawa, lalu saya minta mampir Magetan," kata penulis muda asal Surabaya Diana AV Sasa kepada Antara melalui surat elektronik.

Dalam "Workshop Menulis Catatan Perjalanan dan Bincang Literasi Bersama Gol A Gong", pengasuh Perpustakaan Dbuku itu mengajak Gol A Gong untuk mengampanyekan minat baca di Magetan.

"Saya minta Mas Gol A Gong membagikan pengalaman tentang bagaimana membangun Pustaka Rumah Dunia (PRD) di Banten hingga masyarakat sekitar tergerak untuk banyak membaca, apalagi PRD juga menjadi pusat kegiatan seni budaya," ujarnya.

Di hadapan 300-an peserta, Gol A Gong yang dikenal sebagai "travel writer" (penulis catatan perjalanan) itu menegaskan bahwa buku itu jendela dunia.
"Dengan banyak membaca, kita bertambah pengetahuan. Dengan pengetahuan, kita jauh dari kemiskinan karena berdaya," kata pria kelahiran Purwakarta, 15 Agustus 1963 itu.

Selanjutnya, Gol A Gong membagikan tips membuat catatan perjalanan kepada komunitas sekolah unggulan di Kabupaten Magetan yakni Gen Muda SMAN 1 Magetan serta aktivis pelajar lainnya.

"Kalau sekedar jalan-jalan saja kenangannya hanya ada di pikiran dan foto. Tapi kalau kita menuliskannya, maka kisahnya akan abadi," tandasnya.

Setelah Magetan, Gol A Gong yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Indonesia itu akan melanjutkan misi "blusukan literasi" ke komunitas buku dan perpustakan kampung di Kabupaten Ngawi dan Tulungagung.

Selain itu, ke Jombang, Surabaya, Madura hingga daerah tapal kuda, dan akan berakhir di Yogyakarta setelah melewati Blitar, Trenggalek, dan Pacitan. (*)

Sumber : Antara

Saturday, October 4, 2014

Penuhi Hasrat Maniak Buku, Pilih Pindah ke Magetan

SURYA Online, SURABAYA - Keberadaan Dbuku di tengah kampung benar-benar menjadi obat dahaga pengetahuan warga sekitar. Bukan saja para mahasiswa yang menjadi anggota, anak-anak, ibu rumah tangga, tukang becak hingga korban politik 1965 pun menjadi pelanggan.

Sasa masih ingat, anak-anak begitu menjadi gila dengan buku. Setiap hari mereka bisa berganti buku bacaan.
Sementara kaum ibu meminjam buku-buku masakan, dua buku per satu minggu. Sementara para mahasiswa rata-rata satu buku per satu minggu.

“Mereka begitu haus akan pengetahuan, saya bisa melihat itu. Bahkan tukang becak pun ada yang rutin datang dan meminjam buku. Itu menjadi sesuatu yang membangkitkan semangat,” ucap Sasa.

Keberadaan Dbuku bahkan mengundang perhatian penulis besar, Seno Gumira Ajidarma. Seno menitipkan lima kardus koleksi bukunya kepada Dbuku.
Seno beralasan, tidak bisa lagi mengurus –ratusan buku warisan dari sang kakek tersebut.

“Dbuku juga menerima titipan buku. Nanti kalau yang bersangkutan butuh, akan kami kembalikan. Setidaknya buku titipan ini semakin menambah koleksi buku kami,” katanya.

Sayangnya, lagi-lagi biaya sewa tempat menjadi kendala bagi Sasa untuk meneruskan Dbuku. Selepas Pilkada Gubernur Jawa Timur, Dbuku kolaps setelah berjuang untuk bertahan.

Sasa membawa sekitar 6.000 koleksi bukunya ke Pacitan, tanah kelahirannya.
Namun Sasa tidak patah semangat. Kader PDIP ini, kini mulai merintis Dbuku di Magetan.

Masih menurut Sasa, di Surabaya sudah banyak perpustakaan yang bisa diakses warga. Sementara di Magetan, belum ada perpustakaan selain perpustakaan milik pemerintah.

“Kalau menurut saja, tugas saya di Surabaya sudah selesai karena perpustakaan sudah begitu banyak. Sementara di Magetan belum ada yang memulai “pelayanan” perpustakaan,” ucapnya.

Demi mendekatkan akses ini, Sasa tengah merintis perpustakaan lesehan.
Rencananya setiap hari minggu, koleksi buku yang dimilikinya akan dibawa ke alun-alun Kabupaten Magetan. Di sana masyarakat bebas membaca sepuasnya.

Cara ini untuk memperkenalkan Dbuku, sebelum beroperasi secara resmi.
Sasa yakin, Dbuku bisa eksis di wilayah pinggiran seperti Magetan. Sebab dari sisi operasional, seperti sewa tempat relatif lebih murah.

Cara ini dilakukannya, untuk memenuhi hasrat para maniak buku. Selain memupuk jiwa pengabdian, yang semakin sulit ditemukan di tengah masyarakat.

“Masyarakat sangat haus dengan pengetahuan, dan kita mencoba mendekatkan akses sumber pengetahuan,” tandasnya. (day)  
Sumber : Surya 4 Oktober 2014