Saturday, July 5, 2008

Goyangan Nora

RESENSI/REVIEWS
Buku ini adalah bagian pertama dari Tetralogi Dangdut. Menceritakan tentang seorang gadis bernama NORA yang lugu dan sederhana. Keluguannya ini memang terkadang terkesan tidak masuk akal. Tetapi justru dari keluguannya ini lahir sebuah kesederhanaan yang menyentil sisi-sisi humanis kita. Kesederhanaan yang sudah banyak dilupakan karena manusia begitu sibuk berpacu dengan mesin waktu dan berlomba dengan gengsi.

Mala, adalah sosok lelaki yang idealis, cerdas, modern, dan di gadang-gadang untuk menjadi generasi pemimpin bangsa. Jaringannya seluas pengetahuannya. Ketegasannya sekeras pendiriannya. Karirnya setinggi cita-citanya. Tapi semua itu menjadi habis  tak berarti ketika dia di hadapkan pada sosokNORA. Perempuan yang sangat  dipujanya di dasar hati tapi selalu di ingkarinya dalam realitas. Kesederhanaan Nora membuatnya malu untuk mengakui perasaannya itu, apa lagi menunjukkannya pada publik. Sementara NORA dengan keluguannya selalu mencari perhatian agar Mala mau mengerti suara hatinya yang haus belaian.

Namun keangkuhan diri masing-masing membuat hati mereka terpental dan memilih untuk saling mengabaikan. Ketika kesunyian menyergap relung hati, diantara hiruk pikuk kejamnya intrik kehidupan, barulah kesederhanaan cinta itu disadari dan dicari. Bahwa mereka sebenarnya saling menginginkan.

Terlambat…. nasib menentukan garis berbeda. Keinginan itu harus tertunda karena Mala terjebak dalam intrik dan konspirasi kekuasaan yang membuatnya dikejar aparat kepolisian, dituduh melakukan mutilasi pada seorang model, dan di pecat dari kantor persnya.

KOMENTAR/COMMENT
NOVEL YANG LENGKAP: Kental dengan kritik sosial, menjungkir balikkan emosi,  satir, dan penuh kalimat yang menggugah kesadaran. Salah satunya ini : “ Bukan kemerdekaan, tapi tanggung jawablah sebenarnya yang nikmat dan membahagiakan.” (hal.122)


Judul : Nora
Penulis : Putu Wijaya
Harga : Rp.49.000
Penerbit : Gramedia Pustaka
ISBN 978-979-709-336-5