Monday, March 16, 2009

Si Kutu Buku,Berbagi Buku, Tularkan Kepintaran

Kutu Buku PonorogoPonorogo,(APIndonesia.Com).Membaca buku merupakan kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk mempunyai peradaban agung, maka aktivitas membaca haruslah dikembangkan dan dikemas sedemikian rupa. Sehingga, aktivitas membaca bisa menjadi sebuah gaya hidup (life style) bagi mayarakat.


Demikian disampaikan seorang penulis dan pemerhati buku, Diana AV yang akrab dengan panggilan Sasa, asli warga Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan Kabupaten, Pacitan, dalam ‘Sarasehan dan Sinau Bareng’ diselenggarakan Forum Media Pena Ponorogo, di taman kota, Ahad (15/3). Acara ini dihadiri ratusan pelajar dan mahasiswa serta kalangan pendidikan. 

Ia mengaku saat ini aktivitas atau budaya membaca buku masih kental dengan image atau dianggap kuno, judul dan simbol-simbol yang lainnya. Pola pikir seperti itu, harus diubah secara sistematika sebaik mungkin, sehingga membaca menjadi sebuah life style manusia modern.

Kondisi seperti ini, tidak bisa diklaim, tambahnya, minat baca masyarakat itu rendah, ada hal penting yang harus kita ungkap. Hal penting yang harus dikembangkan di masyarakat adalah persediaan buku itu sendiri, akses masyarakat (Kabupaten Ponorogo-red) dengan buku-buku yang nota bene masih baru dan sempit.

“Coba lihat saja di perpustakaan daerah, buku-buku yang tersedia bisa dikatakan buku lama semua, yang sudah basi. Sebenarnya, minat baca masyarakat maupun pelajar itu tinggi, namun mereka dihadapkan pada sulitnya mendapatkan buku-buku bacaan yang masih baru atau actual,” ujar cewek jebolan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.

Belum lagi, kurangnya perhatian Pemerintah Daerah hingga Pusat dalam menyediakan buku bacaan di perpustakaan yang ada. Coba mereka disodorkan buku-buku baru, pasti mereka mau membacanya. Melihat itu, rencana ke depan, dirinya bersama teman-temannya akan membentuk taman baca di Kabupaten Ponorogo.

Ia menjelaskan dalam taman baca tersebut, disedikan berbagai macam buku, novel, ataupun lainnya yang up to date atau baru. “Melalui cara seperti itu, diharapkan membaca menjadi suatau gaya hidup yang keren dan modern. “Kami punya jaringan untuk itu, puluhan penerbit siap mendistribusikan buku-buku terbarunya,” ujarnya mantap.

Usai serasehan, Diana bersamanya crewnya membagikan buku bacaan, komik, novel dan pengetahuan kepada peserta. Disusul, pemberian buku kepada masyarakat sekitar lokasi acara seperti pedagang dan lainnya. (ag)


Karena yang tertulis itu abadi
Kliping berita :Apiindonesia.com
Hari ini, Kamis 16 April 2009 

0 comments: