Monday, September 28, 2009

Juragan Rokok pun Tahu Pentingnya Buku

:: Diana AV Sasa

Suatu hari, kamitua dan diplomat kawakan Indonesia, Haji Agus Salim, hadir dalam penobatan Elizabeth II sebagai Ratu Inggris di Istana Buckingham. Ia menghampiri Pangeran Philip seraya mengayun-ayunkan rokok kretek. Sang Pangeran terlihat penasaran dengan aroma kretek yang dihisap Salim.

"Paduka, adakah Paduka mengenali aroma rokok ini?” kata Salim. Setelah mencoba menghirup-hirup bau asap rokok kretek itu, Sang Pangeran mengaku asing dengan aroma itu. Sambil tersenyum, Salim lalu berkata, "Paduka, inilah sebabnya 300 atau 400 tahun yang lalu bangsa Paduka mengarungi lautan mendatangi (menjajah) negeri kami."

Sunday, September 13, 2009

Mata-Mata Pengincar Buku

Walter Lionel Pforzheimer (1914- 2003)

“Selalu ada kesempatan untuk mengkoleksi sesuatu, sekalipun pada masa perang.”

Kata-kata itu diucapkan Walter Lionel Pforzheimer, seorang pengacara, kurator buku, dan agen kondang CIA (Center Intelligence Agent) . Ia bukan sedang membual, apalagi berkhayal. Apa yang dikatakannya itu sudah ia buktikan. Dalam cengkeraman maut dan bau mesiu di kancah peperangan, saat bertaruh nyawa penuh was-was menyusup ke sarang musuh sebagai mata-mata, dengan bayang-bayang ketakutan jika misinya sebagai mata-mata terbongkar, ia masih sempat mengambil sesuatu untuk dikoleksi. Salah satunya adalah buku.

Musuh Buku : Air

::Diana AV Sasa

Tanyakan pada buku, siapa musuh abadinya? Maka selain menjawab api, buku pasti akan menjawab: AIR. Perang buku dengan air itu kekal karena keduanya tak akan pernah bisa disatukan. Tak peduli setetes atau bah, air adalah musuh. Tak ada kompromi. Titik.

Wajar jika buku begitu antipati pada air. Lihat saja bagaimana air melancarkan serangan untuk menghancurkan buku. Sementara buku tak pernah bisa melakukan perlawanan apa-apa. Serangan itu dimulai dengan jurus berubah wujud menjadi uap. Jangan anggap remeh partikel-partikel lembut itu, karena dengan kelembutannya pula air memiliki kesempatan untuk menempel pada sampul dan isi buku sekaligus.

Tuesday, September 8, 2009

Terimakasih Buku


Jantung saya berdebar. Kami akan memulai aksi melawan pembakaran buku. Tapi hanya ada 3 kepala di taman itu:Saya, Nisa (esok), dan Anas (Unmerbaya). Saya melirik jam di HP, masih 35 menit sebelum pukul 4. Mungkin mereka masih di jalan, bisik batin saya menenangkan.

Kami mulai berbenah menata buku-buku di pelataran taman. Tiba-tiba kami diminta bergeser oleh petugas dinas pertamanan yang mengisi bak air mancur. Selang bocor, hingga airnya muncrat mengenai beberapa buku. Kami menjerit histeris tak rela. Maka kamipun bergeser ke tempat yang lebih aman dari musuh buku:air.

Musuh Buku : Api

:: Diana AV Sasa
 
Dari semua kekuatan alam, api adalah musuh buku yang paling tak bersahabat dan bengis. Bayangkan, hanya dari sepercik bara yang mengenai ujung buku, ia bisa terus merambat, membesar, dan kemudian melahap seluruhnya. Dari satu kemudian menjalar ke buku-buku lain di sekitarnya. Begitu cepat dan massif. Bahkan manusia pun meminjam api sebagai alat yang paling demonstratif untuk menunjukkan kekuasaannya.

Sejarah mencatat beberapa peristiwa kehebatan api ketika melahap buku. Di antaranya yang paling besar adalah peristiwa terbakarnya perpustakaan-perpustakaan saat kebakaran hebat melanda Inggris di tahun 1666.