Tuesday, November 24, 2009

Membaca Fiksi dalam Tanda-tanda Nano

Sign Fiction: The Art of Nano Warsono, begitu ia memberi tajuk monografnya. Nano Warsono, perupa asal  "Kota Ukir, Jepara" yang sekarang menetap di Yogyakarta ini, bukan sekedar membuat sebuah album karya atau kronik rekam jejaknya berkesenian, tapi ia tengah memindahkan galeri dimana karya-karyanya pernah dipajang, ke dalam media yang lebih kecil: buku.

Melalui buku, Nano membawa pembacanya untuk berlama-lama menikmati dan menyelami setiap karyanya. Buku itu bisa dibaca berkali-kali tanpa terbatas waktu seperti bila pameran di galeri. Begitu buku dibuka, karya itu tergelar dan siap dinikmati dengan atmosfer yang berbeda-beda.