Monday, August 16, 2010

Penerbit, Hargailah Pembacamu!

Diana A.V. Sasa*

Di rubrik ini, dua minggu lalu (1/8/2010), Sunaryono Basuki dalam tulisannya, Buku Cetak Ulang, Lebih Menguntungkan, saya bayangkan sedang menuding pembaca dengan pongahnya sembari menjadi pembela penerbit yang ciamik.

Contoh pembaca yang kecewa karena merasa dikibuli penerbit setelah membeli buku Budi Darma, bila saya boleh sedikit “rumangsa” rupanya merujuk kepada tulisan saya di rubrik ini (Mempertanyakan Etika Penerbit Buku Recycle, 30/11/2008). Dalam tulisan itu, sepenuhnya saya mempertanyakan etika penerbit yang dalam menerbitkan ulang sebuah buku melakukan pengabaian hak-hak pembaca dalam mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kabaruan dan pembedanya dengan terbitan sebelumnya. Jadi, tak semata soal penting-tidak penerbitan ulang karya-karya lama.