Wednesday, September 29, 2010

Catatan Pertama dan Terakhir untuk UMI

Umi...
Catatan sejarahmu sampai diakhir sudah
Disana telah kau kisahkan sejumput kecintaan dan kepedihan
Darinya, kelak putramu akan belajar tentang ketegaran hidup

Kau bukan seorang yang dikenal publik luas.
Tapi darimu aku belajar tentang arti persahabtan dan kepedulian keluarga besar kesenian
Kau pula ajarkan ketahanan mengahadapi kematian di depan mata

Senyum yang selalu kau sungging itu akan selalu kukenang
Bersama bait-bait kata yang kau rangkai dalam buku harianmu
Terimakasih telah menjadi pembacaku yang setia.

Umi Rodiyah, istri perupa Dukan Wahyudi, menghadap keharibaanNya, Surabaya 28 September 2010


0 comments: