Thursday, December 16, 2010

Sri Tulis dari Lemah Tulis

Oleh : Diana AV Sasa
 Pupuh 1 

Kami, aku, adalah kalangwan. Bangsawan dan kalangan kerajaan menyebut penulis keindahan dengan sebutan itu. Aku lupa sejak kapan diriku dinobatkan menjadi kalangwan. Tiap hari lakuku adalah bergulat menggubah syair negeri manca menjadi kakawin di atas lontar. Mulanya Sakakala, kemudian Lambang, lalu Parwasagara, dan kemudian Bhismasarana, hingga akhirnya menuliskan kembali kisah Sang Buddha.

Aku mengaji kakawin dari Maha Guruku di Padepokan Lemah Tulis. Di sana aku ditempa bertahun-tahun dengan samadi, mengguguh tata krama hidup, kakawin, dan ilmu tulis-menulis. Sudah bergenerasi-generasi kami dididik dengan itu. Hingga aku diizinkan Maha Guru, atas permintaan Baginda Sri Nata, memiliki sebuah kamar istimewa di Kadharmadhyaksan, sebuah perdikan yang tak jauh dari Kutaraja untuk para Dharmadhyaksa.