Monday, April 4, 2011

Tradisi Lisan-Tulisan (1): Tanggapan untuk Diana AV Sasa

 :: Ahmad Subhan

Pada 6 Maret 2012, situs Indonesia Buku memuat tulisan Diana AV Sasa yang berjudul “Perpustakaan yang Bernapas”. Diana membuka esai itu dengan kritik terhadap cara pandang yang telanjur diamini banyak pihak bahwa “Minat baca masyarakat kita masih sangat rendah”. Berseberangan dengan cara pandang tersebut, Diana menawarkan perspektif yang tak lagi membenturkan antara budaya lisan dengan budaya baca-tulis. Berdasarkan landasan berpikir itu, Diana menganjurkan agar perpustakaan-perpustakaan meninggalkan tradisi sebagai tempat menyimpan koleksi, ruang baca, dan pinjam pustaka belaka. Pengelola perpustakaan harus kreatif adalah gagasan pokok Diana dalam artikel tersebut.