Wednesday, December 11, 2013

Tentang Surabaya

Sejak 1999, sy menempuh pendidikan tinggi di kota ini. Dapat PMDK di jurusan bahasa Inggris Unesa (dulu IKIP). Dan ga kerasa sudah 14 tahun saya menjadi bagian dari Surabaya. Kota ini penting karena beberapa fase krusial kehidupan saya terjadi di sini. Lulus terlambat sebagai sarjana pendidikan dng nilai sangat memuaskan, sy pun menjajal jadi guru hingga dosen. Hanya bertahan 7 tahun.

Thursday, December 5, 2013

Tekad dan Nekat

Tekad adalah kebulatan hati untuk melakukan sesuatu. Nekat, melukiskan kemauan keras dan tak mau menyerah pada suatu keadaan. Jika tekad sudah menjadi nekat, reaksinya akan tidak berpikir panjang, atau tak peduli apa-apa lagi. Yang ada hanya lakukan, atau tidak sama sekali. 

Tekad yang jadi nekat itu lah cambuk saya untuk mau menempuh perjalanan Surabaya-Magetan-Ponorogo-Pacitan dengan sepeda motor. Awalnya, membayangkan jarak ratusan kilo meter melintasi lima kota itu sudah mamang di pikiran. Namun tekad untuk menjalankan tugas turun ke bawah dan keterbatasan kemampuan, akhirnya memaksa diri untuk nekat menjalaninya. 

Wednesday, December 4, 2013

Mimpi dan Impian

"Mimpi itu hanya ada di dalam tidur, sedang impian itu ada di  dalam kesadaran"

Mimpi bertemu putri Bung Karno, Megawati, memang ada dalam tidurku. Beberapa hari lalu, usai mendengarkan pidato panjangnya dalam sebuah acara Partai di aula Hotel Utami, Juanda. Pidato yang kumaknai sebagai kemarahan seorang ibu pada anaknya. Aku merasa dijewer karena belum melaksanakan tugas secara maksimal. Dirubung ketakutan menghadapi kondisi pragmatisme di kalangan masyarakat. Ciut nyali dan enggan bersusah payah meyakinkan. Tapi pidato ibu itu, dan juga sedikit cerita Cornelis Lay dalam pidato pengantarnya, mengingatkanku kembali pada  apa yang kami punya, mengapa kami ada, dan untuk apa kami berjuang di bawah panji merah.

Saturday, November 16, 2013

#5BukuDalamHidupku | Buku Ibu, Ibu Buku

"Kamu buang saja barang-barangmu itu, bikin masalah aja"

Ingatan sontak tertuju pada buku. Tak ada barang yang lebih banyak dari buku. Barang yang memenuhi setiap sudut rumah. Pikiran diselimuti prasangka dan amarah. Bagaimana perempuan ini menyuruh membuang hal yang diyakini anaknya sebagai pilihan jalan hidup. 

Batin dilingkupi kecewa. Betapa ia tak paham apa yang telah menjadi bagian dari napas. Nalar tak mampu menjawab. Semestinya ia sadar bahwa restunya adalah tiket menuju surga. Anak mana yang tak takut disebut durhaka karena membangkang ibu?

Friday, November 15, 2013

#BukuDalamHidupku | Veronica Memutuskan Mati | Nidah Memutuskan Melacur

#BukuDalamHidupku


Ini kisah tentang dua buku yang saling mempengaruhi untuk memenangkan pikiran. Buku-buku ditulis bukan tanpa tujuan. Ada pesan yang diusung oleh sang pengarang. Bagaimana pembaca menangkap pesan dalam buku, itu soal lain. Perspektif pembaca bisa beragam.


Seperti buku Tuhan Ijinkan Aku Jadi Pelacur (TIAMP) tulisan Muhidin M Dahlan yang sejak pertama terbit hingga tahun 2004 mengikuti saya seperti hantu. Nidah Kirani, tokoh utama dalam novel ini mulanya saya sangka adalah diri saya. Saya bahkan mencurigai seseorang telah mencuri baca catatan harian saya.

#5BukuDalamHidupku | 9 BukuTulis: Jejak Seorang Penulis

#5BukuDalamHidupku
Jika saya ditanya: Dimana jejak kepenulisan saya terekam? Nampaknya saya tak mesti menyebut nama-nama Koran atau media sejenisnya. Barusan saya membuka kardus kiriman dari Jogja yang isinya  surat-surat dan buku-buku catatan. Dulu saya menitipkan kardus itu untuk disimpan di perpustakaan yang saya tahu pemiliknya adalah penyimpan arsip yang baik. Saya memintanya kembali. Ingin menggali lagi jejak kepenulisan saya di tengah kemandegan tulis menulis yang beberapa waktu terakhir tersita oleh kesibukan lain. 

Wednesday, November 13, 2013

#5BukuDalamHidupku | Register 2979904



#5BukuDalamHidupku
REPUBLIK INDONESIA
KUTIPAN AKTA NIKAH
KANTOR URUSAN AGAMA
NO: 100/26/III/2006

Buku itu kecil saja. Seukuran buku saku. Warnanya hijau lumut. Ada angka 2979904 tercetak bolong-bolong di sampulnya. Isinya cuma empat lembar. Tapi empat lembar itu telah membalikkan suratan seorang gadis. Seluruh hidupnya berubah drastis setelah seorang laki-laki membubuhkan tandatangan di halaman 5. Yang mana dengan itu ia terikat sumpah;

Tuesday, November 12, 2013

#5BukuDalamHidupku | Para Penggila Buku: Tantangan 100 Catatan


#5BukuDalamHidupku

Cara melatih analisis dan melunglaikan bahasa dalam menulis, kuncinya terus-menerus menulis. Berhenti dua tiga bulan saja akan tampak persendian tangan dan pikiran membeku (GM, 18 juli 2007)

Sepenggal kalimat itu tertulis dalam balasan surat elektronik yang masuk ke kotak surat seorang perempuan. Surat dari penulis idola yang isinya pendek saja. Namun perempuan itu bak baru saja menerima sepucuk surat cinta. Ia membaca surat itu lagi saban kali menyalakan komputer dan tersambung ke dunia maya. Jika saja tak ingin dianggap gila, ia tentu ingin mencium-cium layar komputernya. Seperti ketika ia menghirup dalam-dalam wangi kertas surat cinta dari sang kekasih. Dulu semasa

Sunday, November 10, 2013

Lupakan Banner, Bagikan Buku

::  Diana AV Sasa *

'Ah, emang pohon bisa nyoblos di TPS?'

PARA politisi kerap melontar kalimat ini sebagai bahan canda. Menyindir maraknya wajah-wajah kandidat memamerkan diri pada pohon tepi jalan jelang pemilihan umum. Wajah-wajah cantik, tampan, lucu, aneh, dan cenderung seragam itu berlomba mencuri perhatian khalayak. Memajang wajah-wajah kandidat dalam spanduk, banner, dan baliho adalah strategi yang diterapkan mulai tingkat pemilihan kepala desa, bupati, gubernur, anggota dewan, bahkan sampai presiden. 

Friday, July 26, 2013

Dari A Sampai Z Ihwal Meresensi Buku


Profesi sebagai penulis buku sudah menjadi jamak di jagat literasi. Tapi profesi sebagai resensor alias peresensi buku belum begitu banyak dijajaki. Padahal menurut buku ini, selain mengabadikan kenangan fana tentang isi buku yang telah dibaca, ketekunan meresensi buku ternyata juga dapat memberi keuntungan materi.


Beberapa media massa lokal dan nasional mengganjar resensi buku yang dimuatnya dengan puluhan, ratusan dan bahkan jutaan rupiah. Bahkan sudah jadi rahasia umum bahwa beberapa penerbit terkemuka pun siap memberi tambahan honorarium dan kiriman buku-buku terbaru sebagai apresiasi bagi para resensor (halaman 5).

Sunday, February 17, 2013

Berguru Pada Pesohor

:: Hernadi Tanzil

“Bagaimana sih menulis resensi buku itu?” Itulah pertanyaan yang sering diajukan pada saya semenjak saya menulis resensi di blog buku ini. Biasanya saya tidak memberikan jawaban berupa teori ini dan itu melainkan menjawabnya dengan, “Mulailah menulis sekarang juga, tak perlu harus begini begitu, bebaskan dirimu dari semua aturan dan teori, mulailah menulis semua yang ada dalam kepalamu ketika selesai membaca sebuah buku!”

Saturday, January 12, 2013

Emak Tanpa Nama itu Berpulang

"Emak" begitu saja selama ini kami memanggilnya. Jurnalis, fotografer, seniman, polisi, debt collector, atau siapa saja yang pernah nongkrong di warung kopi pinggir Kali Mas, pojok DPRD Kota Surabaya, mungkin pernah mencicipi kopi racikannya. Sudah cukup lama dia berjualan di tempat itu. Taufik Monyonk, seniman nyentrik itu mengenal Emak sejak dia mahasiswa. Artinya itu sekitar tahun 90-an.