Saturday, January 12, 2013

Emak Tanpa Nama itu Berpulang

"Emak" begitu saja selama ini kami memanggilnya. Jurnalis, fotografer, seniman, polisi, debt collector, atau siapa saja yang pernah nongkrong di warung kopi pinggir Kali Mas, pojok DPRD Kota Surabaya, mungkin pernah mencicipi kopi racikannya. Sudah cukup lama dia berjualan di tempat itu. Taufik Monyonk, seniman nyentrik itu mengenal Emak sejak dia mahasiswa. Artinya itu sekitar tahun 90-an.