Saturday, January 12, 2013

Emak Tanpa Nama itu Berpulang

"Emak" begitu saja selama ini kami memanggilnya. Jurnalis, fotografer, seniman, polisi, debt collector, atau siapa saja yang pernah nongkrong di warung kopi pinggir Kali Mas, pojok DPRD Kota Surabaya, mungkin pernah mencicipi kopi racikannya. Sudah cukup lama dia berjualan di tempat itu. Taufik Monyonk, seniman nyentrik itu mengenal Emak sejak dia mahasiswa. Artinya itu sekitar tahun 90-an.
Kurang lebih 1-2 bulan ini tempat Emak biasa berjualan tak lagi bisa digunakan. Disulap jadi taman demi keindahan kota. Warung emak pindah ke area klinik Pusura di depannya. Namun begitu, Emak sering meninggalkan warungnya dan kembali duduk-duduk di dekat tempat lawas. Sesekali mencuri-curi berjualan di pojok jembatan meski resikonya tertimpa air hujan. Di sana ia bercakap dengan kucing-kucing piaraannya. Ya, kucing-kucing itu memang seperti keluarga, sahabat, anak-anak bagi Emak. Ia tak punya keluarga di kota nan ganas ini.


Karena tak punya keluarga ini pula ia ditampung satu keluarga muda setengah bulan terakhir dan dianggap orang tua angkat. Selama di rumah anak angkatnya itu ia menderita sakit. Tak ada yang membawanya berobat. Kondisi keluarga angkatnya juga kesusahan. Dan siang kemarin (11/01) menjadi hari terakhir bagi Emak. Nyawanya tak tertolong meski sudah dibawa ke RSUD Suwandhi.

Emak yang sebatang kara ini masih mesti menumpang untuk dimandikan jenasahnya. Dimana ia mesti dimakamkan juga menjadi persoalan. Tapi Emak banyak yang menyayangi meski sebatas menyapa akrab. Kawan-kawan seniman gotong royong mencarikan bantuan. Dinas pertamanan memberikan satu petak tanah untuk pekuburannya di Makam Rangkah. Satu ambulan dari kawan parpol datang untuk mengusung jenasahnya. Yang lain mengusahakan pengurusan jenasah. Yang lain lagi menghubungi kawan-kawan polisi. Dan meski hanya diantar beberapa orang tetangga yang tak juga banyak mengenalnya,Emak beristirahat selamanya diantara bunga-bunga wangi.

Siapapun, yang pernah mengenal Emak, kirimkan doa untuknya. Agar ia bahagia, meski namanya baru kami ketahui usai ia tiada. Nama emak adalah  Sukesih.

0 comments: