Saturday, November 16, 2013

#5BukuDalamHidupku | Buku Ibu, Ibu Buku

"Kamu buang saja barang-barangmu itu, bikin masalah aja"

Ingatan sontak tertuju pada buku. Tak ada barang yang lebih banyak dari buku. Barang yang memenuhi setiap sudut rumah. Pikiran diselimuti prasangka dan amarah. Bagaimana perempuan ini menyuruh membuang hal yang diyakini anaknya sebagai pilihan jalan hidup. 

Batin dilingkupi kecewa. Betapa ia tak paham apa yang telah menjadi bagian dari napas. Nalar tak mampu menjawab. Semestinya ia sadar bahwa restunya adalah tiket menuju surga. Anak mana yang tak takut disebut durhaka karena membangkang ibu?

Friday, November 15, 2013

#BukuDalamHidupku | Veronica Memutuskan Mati | Nidah Memutuskan Melacur

#BukuDalamHidupku


Ini kisah tentang dua buku yang saling mempengaruhi untuk memenangkan pikiran. Buku-buku ditulis bukan tanpa tujuan. Ada pesan yang diusung oleh sang pengarang. Bagaimana pembaca menangkap pesan dalam buku, itu soal lain. Perspektif pembaca bisa beragam.


Seperti buku Tuhan Ijinkan Aku Jadi Pelacur (TIAMP) tulisan Muhidin M Dahlan yang sejak pertama terbit hingga tahun 2004 mengikuti saya seperti hantu. Nidah Kirani, tokoh utama dalam novel ini mulanya saya sangka adalah diri saya. Saya bahkan mencurigai seseorang telah mencuri baca catatan harian saya.

#5BukuDalamHidupku | 9 BukuTulis: Jejak Seorang Penulis

#5BukuDalamHidupku
Jika saya ditanya: Dimana jejak kepenulisan saya terekam? Nampaknya saya tak mesti menyebut nama-nama Koran atau media sejenisnya. Barusan saya membuka kardus kiriman dari Jogja yang isinya  surat-surat dan buku-buku catatan. Dulu saya menitipkan kardus itu untuk disimpan di perpustakaan yang saya tahu pemiliknya adalah penyimpan arsip yang baik. Saya memintanya kembali. Ingin menggali lagi jejak kepenulisan saya di tengah kemandegan tulis menulis yang beberapa waktu terakhir tersita oleh kesibukan lain. 

Wednesday, November 13, 2013

#5BukuDalamHidupku | Register 2979904



#5BukuDalamHidupku
REPUBLIK INDONESIA
KUTIPAN AKTA NIKAH
KANTOR URUSAN AGAMA
NO: 100/26/III/2006

Buku itu kecil saja. Seukuran buku saku. Warnanya hijau lumut. Ada angka 2979904 tercetak bolong-bolong di sampulnya. Isinya cuma empat lembar. Tapi empat lembar itu telah membalikkan suratan seorang gadis. Seluruh hidupnya berubah drastis setelah seorang laki-laki membubuhkan tandatangan di halaman 5. Yang mana dengan itu ia terikat sumpah;

Tuesday, November 12, 2013

#5BukuDalamHidupku | Para Penggila Buku: Tantangan 100 Catatan


#5BukuDalamHidupku

Cara melatih analisis dan melunglaikan bahasa dalam menulis, kuncinya terus-menerus menulis. Berhenti dua tiga bulan saja akan tampak persendian tangan dan pikiran membeku (GM, 18 juli 2007)

Sepenggal kalimat itu tertulis dalam balasan surat elektronik yang masuk ke kotak surat seorang perempuan. Surat dari penulis idola yang isinya pendek saja. Namun perempuan itu bak baru saja menerima sepucuk surat cinta. Ia membaca surat itu lagi saban kali menyalakan komputer dan tersambung ke dunia maya. Jika saja tak ingin dianggap gila, ia tentu ingin mencium-cium layar komputernya. Seperti ketika ia menghirup dalam-dalam wangi kertas surat cinta dari sang kekasih. Dulu semasa

Sunday, November 10, 2013

Lupakan Banner, Bagikan Buku

::  Diana AV Sasa *

'Ah, emang pohon bisa nyoblos di TPS?'

PARA politisi kerap melontar kalimat ini sebagai bahan canda. Menyindir maraknya wajah-wajah kandidat memamerkan diri pada pohon tepi jalan jelang pemilihan umum. Wajah-wajah cantik, tampan, lucu, aneh, dan cenderung seragam itu berlomba mencuri perhatian khalayak. Memajang wajah-wajah kandidat dalam spanduk, banner, dan baliho adalah strategi yang diterapkan mulai tingkat pemilihan kepala desa, bupati, gubernur, anggota dewan, bahkan sampai presiden.