Friday, February 28, 2014

Media Sakit, Demokrasi Gaduh

1. Berakhirnya orde baru menandai era kemerdekaan yang utuh. Setiap orang menemukan kedaulatannya #DemokrasiGaduh
2. Kedaulatan melihat,bicara, bertindak sesuai naluri kemanusiaan di atas tata aturan hidup bersama #DemokrasiGaduh
3. Dalam negara demokrasi, kedaulatan warga negara semakin nyata dengan hadirnya media massa, cetak, elektronik, maupun online #DemokrasiGaduh
4. Di negara demokrasi, terutama di negara berkembang, media diharap jadi lembaga penyambung lidah rakyat #DemokrasiGaduh
5. Media juga menjadi penafsir kebijakan pemerintah. Fungsi evakuasi dan kontrol #DemokrasiGaduh
6. Peran dan fungsi media yang independen sangat menentukan eksistensi negara-bangsa, kini dan nanti #DemokrasiGaduh
7. Meski begitu, kita harus sadar bahwa dalam demokrasi tak ada kebenaran tunggal. #DemokrasiGaduh
8. Semua orang, selagi berpegang pada aturan main hukum, dibenarkan untuk menafsir dan menyatakan pendapat #DemokrasiGaduh
9. Pun untuk sekadar bertanya: sudah sehatkah media kita? #DemokrasiGaduh
10. Pertanyaan ini patut diajukan untuk refleksikan berbagai peristiwa politik yang gaduh dalam media kita hari ini. #DemokrasiGaduh
11. Artinya, kontrol kita semua terhadap media akan berimplikasi pada hadirnya udara segara demokrasi. #DemokrasiGaduh
12.Udara segar yang akan buat paru-paru kita berdegup normal dan otak kita berpikir dengan nalar normal. #DemokrasiGaduh
13. Pemberitaan seputar orangorang korupsi itu wajar. Kabar ttg pencekalan pejabat k luar negeri itu lumrah.  #DemokrasiGaduh
14.Publikasi hasil survey popularitas dan elektabilitas capres itu bumbu penyedap. #DemokrasiGaduh
15. Tapi kalau media sudah memprovokasi seseorang itu perlu dipertanyakan. Kenapa? #DemokrasiGaduh
16. Akhir2 ini kita disuguhi meroketnya kemungkinan terpilihnya jokowi jika pilpres diadakan hari ini.
#DemokrasiGaduh
17. Lalu kita ditawari desakan pada Megawati untuk segera deklarasikan pencapresan jokowi.
#DemokrasiGaduh
18. Setelah Megawati kukuh memegang keputusan partainya: penentuan capres stelah pileg, tibatiba kita disuguhi berita di luar nalar. #DemokrasiGaduh
19.Sebuah media on-line menulis: Agar Jokowi Otomatis Nyapres,PDI P biarkan kalah.
#DemokrasiGaduh
20. Berita ini saya kira kurang mendidik. Alasannya? Simak #DemokrasiGaduh
21. Pertama, Jokowi yg notabene kader PDI P, baru bisa dicalonkan kalau PDI P mampu meraih suara 27% dalam pileg. #DemokrasiGaduh
22. Kedua, uu pilpres menegaskan hanya parpol/gabungan parpol yang suaranya mencapai minimal 20% yang bisa mengajukan capres. #DemokrasiGaduh
23.  Ketiga, PDI P memiliki aturan kepartaian: penentuan capres setelah pileg. #DemokrasiGaduh
24. Tak lama berselang kita disuguhi tangis Risma di acara #MN, yang sertamerta disambut heboh tagar #SaveRisma di socmed #DemokrasiGaduh
25. Tak ada angin tak ada hujan, tiba2 PDI P santer dituding massa seakan melakukan pendzoliman #DemokrasiGaduh
26. Sekjend turun tangan, ketua umum menghampiri. Bertanya: Ada apa, nak? Maunya gimana? #kasihibu #DemokrasiGaduh
27. Anak mengadu, ibu menengahi, berdiri di atas kebenaran. Tempuh jalur hukum! Tapi media terus gaduu simpang siur #DemokrasiGaduh
28. Ada apa sebenarnya dengan media kita, sakit kah? Sehat kah? #DemokrasiGaduh
29. Mempertanyakan media bukan berarti kita mempertanyakan kebebasan dan kemerdekaan berpendapat. #DemokrasiGaduh
30. Mempertanyakan media sebagai refleksi atas upaya kita untuk mengawasi pilar-pilar demokrasi terpancang dengan kukuh. #DemokrasiGaduh
31. Jika media sakit, demokrasi kita akan hanya melahirkan permainan gaduh. #DemokrasiGaduh
Opini Set Wahedi, ditwitkan @dianasasa, 27 Februari 2014
Foto: nyobamoto

0 comments: