Thursday, August 7, 2014

Sakit itu Tak (cuma) Butuh Obat

Saban kali tubuh didera kelelahan dan jatuh dalam kesakitan, yang terbayang di benak adalah belaian lembut dan dekapan hangat. Rasa nyaman dan dicintai itu demikian mujarab membungkam segala keluhan. Tapi ada lagi yang menyembuhkan lebih cepat : berurusan dengan buku.

Barangkali ini semacam sugesti. Ketika berkutat dengan buku, rasa bahagia bisa menjalar dari ubun-ubun dan menyebar memenuhi jantung. Tiba-tiba kesakitan musnah. Yang ada adalah gairah.

Buku membuat lupa pada nyeri dan ngilu yang merajam tubuh. Sejenak mengantarkan imaji gairah pada pucuk-pucuk harapan.  Maka itu lah pilihan ramuan penyembuh ketika obat-obat hingga jejamuan tak memberi penyelesaian. Juga kesendirian yang menghujam sepi dan membikin gigil.

Sendiri itu kondisi. Meratapinya tak akan menuntaskan kesakitan. Sakit itu kondisi. Mengeluhkannya tak akan menyembuhkan. Pada buku-membaca menulis- kesembuhan kupacakkan.

Kendangsari, 7-8-2014

0 comments: