Saturday, October 4, 2014

Penuhi Hasrat Maniak Buku, Pilih Pindah ke Magetan

SURYA Online, SURABAYA - Keberadaan Dbuku di tengah kampung benar-benar menjadi obat dahaga pengetahuan warga sekitar. Bukan saja para mahasiswa yang menjadi anggota, anak-anak, ibu rumah tangga, tukang becak hingga korban politik 1965 pun menjadi pelanggan.

Sasa masih ingat, anak-anak begitu menjadi gila dengan buku. Setiap hari mereka bisa berganti buku bacaan.
Sementara kaum ibu meminjam buku-buku masakan, dua buku per satu minggu. Sementara para mahasiswa rata-rata satu buku per satu minggu.

“Mereka begitu haus akan pengetahuan, saya bisa melihat itu. Bahkan tukang becak pun ada yang rutin datang dan meminjam buku. Itu menjadi sesuatu yang membangkitkan semangat,” ucap Sasa.

Keberadaan Dbuku bahkan mengundang perhatian penulis besar, Seno Gumira Ajidarma. Seno menitipkan lima kardus koleksi bukunya kepada Dbuku.
Seno beralasan, tidak bisa lagi mengurus –ratusan buku warisan dari sang kakek tersebut.

“Dbuku juga menerima titipan buku. Nanti kalau yang bersangkutan butuh, akan kami kembalikan. Setidaknya buku titipan ini semakin menambah koleksi buku kami,” katanya.

Sayangnya, lagi-lagi biaya sewa tempat menjadi kendala bagi Sasa untuk meneruskan Dbuku. Selepas Pilkada Gubernur Jawa Timur, Dbuku kolaps setelah berjuang untuk bertahan.

Sasa membawa sekitar 6.000 koleksi bukunya ke Pacitan, tanah kelahirannya.
Namun Sasa tidak patah semangat. Kader PDIP ini, kini mulai merintis Dbuku di Magetan.

Masih menurut Sasa, di Surabaya sudah banyak perpustakaan yang bisa diakses warga. Sementara di Magetan, belum ada perpustakaan selain perpustakaan milik pemerintah.

“Kalau menurut saja, tugas saya di Surabaya sudah selesai karena perpustakaan sudah begitu banyak. Sementara di Magetan belum ada yang memulai “pelayanan” perpustakaan,” ucapnya.

Demi mendekatkan akses ini, Sasa tengah merintis perpustakaan lesehan.
Rencananya setiap hari minggu, koleksi buku yang dimilikinya akan dibawa ke alun-alun Kabupaten Magetan. Di sana masyarakat bebas membaca sepuasnya.

Cara ini untuk memperkenalkan Dbuku, sebelum beroperasi secara resmi.
Sasa yakin, Dbuku bisa eksis di wilayah pinggiran seperti Magetan. Sebab dari sisi operasional, seperti sewa tempat relatif lebih murah.

Cara ini dilakukannya, untuk memenuhi hasrat para maniak buku. Selain memupuk jiwa pengabdian, yang semakin sulit ditemukan di tengah masyarakat.

“Masyarakat sangat haus dengan pengetahuan, dan kita mencoba mendekatkan akses sumber pengetahuan,” tandasnya. (day)  
Sumber : Surya 4 Oktober 2014

0 comments: